Susu memiliki kandungan protein sekitar 3,5%. Beberapa produk susu mengandung lebih banyak protein: misalnya, produk susu cheese spread mengandung rata-rata lebih dari 11 g protein per 100 g dan keju cheddar rata-rata 25 g per 100 g. Protein berkontribusi pada pemeliharaan tulang normal dan pertumbuhan dan pemeliharaan massa otot.

Kwaliteit melkeiwit 1Protein dalam susu terdiri dari 80% kasein dan 20% protein whey. Kasein juga disebut sebagai ‘protein lambat’ dan whey sebagai ‘protein cepat’. Hal ini dikarenakan asam amino pada whey umumnya meningkat lebih cepat di dalam darah dalam dua jam pertama setelah konsumsi, sedangkan asam amino dalam kasein muncul dalam waktu yang lebih lama sekitar enam jam sehingga menghasilkan nilai puncak yang lebih rendah. (1,2) Kandungan protein bervariasi antara susu, yoghurt, cheese spread dan keju keras (3).

TABEL 1 Komposisi Gizi Susu dan Produk Susu per 100 g

Susu semi-skim Yoghurt plain Yunani dari whole milk Yoghurt plain (rendah lemak 1%) Cheddar Cheddar (rendah lemak 30%)
per 100 ml per 100 ml per 100 ml per 100 g per 100 g
Energi kJ/kkal 195/46 551/133 243/57 1725/416 1305/314
Lemak g 1,7 10,2 1 34,9 22,1
Lemak jenuh g 1,1 6,8 0,7 21,7 13,8
Karbohidrat g 4,7 4,8 7,8 0,1 0,8
Gula g 4,7 4,5 7,5 0,1 0,1
Protein g 3,5 5,7 4,8 25,4 27,9
Garam g 0,1 0,1 0,2 1,8 1,8

 

Protein dalam susu dan produk susu

Protein terdiri dari rantai asam amino yang diklasifikasikan sebagai asam amino esensial (n = 9) dan asam amino non-esensial (n = 11). Tubuh tidak dapat mensintesis asam amino esensial itu sendiri dan oleh karena itu kebutuhan ini harus diperoleh melalui makanan. Asam amino esensial adalah: fenilalanin, histidin, isoleusin, leusin, lisin, metionin, treonin, triptofan dan valin. Protein susu memiliki daya cernayang tinggi dan mengandung semua sembilan asam amino esensial dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan nilai rujukan untuk protein.

Referensi

  1. Lacroix, M. et al (2006). Compared with casein or total milk protein, digestion of milk-soluble proteins is too rapid to sustain the anabolic postprandial amino acid requirement. American Journal of Clinical Nutrition. 2006;84,1070–1079.
  2. Penning, B. et al (2011). Whey protein stimulates postprandial muscle protein accretion more effectively than do casein and casein hydrolysate in older men. American Journal of Clinical Nutrition. 2011;93, 997-1005.
  3. McCance and Widdowson’s The Composition of Foods, Seventh summary edition. Cambridge: Royal Society of Chemistry.