Webinar: Laktosa dan Intoleransi Laktosa

UPDATE: Thank you for sending your questions. To address all of them, the webinar will last for 90 minutes instead of the originally planned 60 minutes. If you are unable to stay for the entire duration, a recording will be available in the coming weeks.

Pertanyaan: Pada usia berapakah aktivitas enzim laktase pada umumnya menghilang*?

A. Segera setelah penyapihan
B. Hal ini bervariasi pada tiap ras manusia
C. Sebelum usia 6 tahun
*lihat jawaban pada bagian akhir. Jawaban bisa lebih dari satu.

Webinar langsung

Kapan?                      27 Juni 2019 | pukul 20.00 WIB
Untuk siapa?          Tenaga kesehatan dan nutrisi profesional
Biaya?                        Webinar ini disediakan tanpa pungutan biaya oleh Frieslandcampina Institute
Bahasa?                    Bahasa Inggris
Akreditasi?             Diakreditasi oleh ADAP (ahli diet Belanda) dan Singapore Nutrition and Dietetics Association (SNDA)

Apa yang akan Anda pelajari?

  • Tinjauan umum tentang enzim laktase
    – Mekanisme, regulasi, persistensi laktase (LP—lactase persistence) dan non-persistensi laktase (LNP—lactase non-persistence)
    – Perbedaan antara LP, LNP, defisiensi laktase (LD—lactase deficiency), gangguan pencernaan laktosa (LM—lactose maldigestion), intoleransi laktosa (LI—lactose intolerance), LI yang dilaporkan sendiri (SRLI) dan sensitivitas laktosa (LS) pada orang dewasa serta LI kongenital dan LI neonatal
  • Epidemiologi, diagnosis, dan manajemen intoleransi laktosa
    – Patofisiologi dan prevalensi di seluruh dunia
    – Kompleksitas dalam intoleransi laktosa

 

Mengenai Pembicara

Webinar: Lactose and lactose intolerance 1Dr. Jan Geurts adalah pakar nutrisi susu, kesehatan umum, dan kesehatan metabolik. Beliau pernah menjadi penulis utama dan penulis pendamping pada lebih dari 100 jurnal dan makalah konferensi hingga saat ini. Saat ini, Dr. Geurts bekerja sebagai ilmuwan utama di Departemen Ilmu Nutrisi FrieslandCampina. Sebelumnya, beliau adalah asisten profesor di Departemen Biologi Sel dan Molekuler di Universitas Maastricht, di mana beliau terlibat dalam penelitian klinis dan nutrisi di CARIM dan NUTRIM Research Institutes. Antara tahun 1995 hingga 1997, beliau bekerja sebagai sarjana post-doctoral di Flemish Institute for Biotechnology, pada topik biologi kanker. Dr. Geurts memegang gelar M.Sc. (cum laude) Biologi dari Radboud University, Nijmegen, Belanda dan gelar Ph.D. pada genetika manusia dari University of Leuven, Belgia.

 

Daftar di sini!

* Jawaban pertanyaan di atas: B dan C benar!