Ulasan baru: perbandingan asupan kalsium global

Banyak negara di Asia Tenggara memiliki asupan kalsium rata-rata lebih rendah dari 500 mg / hari

Asupan kalsium orang dewasa di seluruh dunia telah secara sistematis ditinjau oleh Yayasan Osteoporosis Internasional (International Osteoporosis Foundation/IOF). Temuan utama adalah bahwa asupan kalsium bervariasi di berbagai negara mulai dari 400 hingga 500 mg / hari di negara-negara di Asia Selatan, Timur dan Tenggara hingga 1233 mg / hari di Islandia.

Nieuwe review: vergelijking wereldwijde calciuminname 1

Kalsium adalah mineral yang paling umum di tubuh kita. Ada bukti ilmiah bahwa tubuh manusia membutuhkan jumlah kalsium yang cukup dalam nutrisi kita. Hal ini relevan untuk setiap fase dalam kehidupan, baik tua maupun muda. Kalsium mendukung pembentukan massa tulang pada anak-anak (1,2,3). Kalsium juga berkontribusi terhadap pemeliharaan tulang, pembekuan darah, neurotransmisi dan berfungsinya otot normal. (1)

Mengingat fungsi-fungsi kalsium ini, adalah relevan untuk memiliki wawasan di negara-negara mana yang memiliki asupan kalsium yang lebih rendah. Komite pengawas kalsium dari Yayasan Osteoporosis Internasional oleh karena itu secara sistematis meninjau asupan kalsium di antara orang dewasa yang sehat di seluruh dunia. Para peneliti yakni Balk et al (2017) (4) memilih per negara satu atau dua studi yang paling representatif. Studi termasuk data survei nasional (atau regional) di antara populasi umum (> 18 tahun) dan laporan rata-rata asupan kalsium makanan (sejak 2010) dimasukkan dalam analisis. Setelah pemilihan ada 78 perwakilan studi yang dimasukkan, meliputi 74 negara. (4)

Variasi antar negara

Para peneliti menemukan bahwa asupan kalsium rata-rata bervariasi di berbagai negara. Asupan kalsium terendah ditemukan di Asia, antara lain di Thailand* (313 mg / hari), China * (338 mg / hari), Indonesia * (342 mg / hari), Vietnam * (345 mg / hari) Malaysia * ( 399 mg / hari) dan Filipina * (440 mg / hari). Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, asupan kalsium rata-rata lebih tinggi ditemukan di Singapura (794 mg / hari).

Semua negara di Eropa yang termasuk dalam cakupan tinjauan memiliki asupan kalsium lebih tinggi dari 700 mg / hari. Asupan ini bervariasi antara lain Belgia (728 mg / hari), Inggris * (994 mg / hari) dan Belanda * (1102 mg / hari). Asupan kalsium tertinggi ditemukan di Islandia * (1233 mg / hari), namun, penelitian di Islandia ini juga mencakup penggunaan suplemen makanan. (4)

Variasi antar kelompok umur

Selain hasil Balk et al (2017) diketahui dari data asupan khusus per negara bahwa asupan kalsium dapat bervariasi antara subkelompok (yaitu remaja dibandingkan dengan orang dewasa atau lansia); misalnya remaja perempuan di Belanda dan Inggris memiliki asupan kalsium yang lebih rendah dibandingkan dengan rekomendasi kalsium untuk kelompok umur khusus ini. (5,6)

Kesimpulan

Penelitian Balk et al (2017) menunjukkan bahwa asupan kalsium rendah (<500 mg / hari) di banyak negara di Asia Selatan, Timur dan Tenggara. Asupan kalsium yang lebih rendah dapat berakibat buruk pada kesehatan tulang pada orang dewasa. Menurut para peneliti, meningkatkan asupan kalsium di negara-negara tersebut merupakan prioritas bagi kesehatan masyarakatt. Selain itu, asupan kalsium belum dilaporkan pada lebih dari setengah populasi dunia. Penelitian Balk et al (2017) ini menarik perhatian untuk menilai dan memantau asupan kalsium, terutama di negara-negara dengan asupan kalsium rendah atau negara-negara dengan data asupan kalsium yang kurang. (4)

Gambar diadaptasi dari Balk et al (2017)

* Seperti yang disebutkan oleh Balk et al (2017), para peneliti menemukan bahwa tiga perempat dari studi asupan kalsium dalam analisis mereka tidak mewakili hasil nasional, didasarkan pada survei lama, atau memiliki kualitas metodologi yang lebih renda. Selain itu. metode yang berbeda digunakan untuk menilai asupan kalsium. Oleh karena itu jumlah asupan ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati (4)

Referensi

  1. EFSA 2009; 7(9):1210-1272, EFSA 2010; 8(10):1725, EFSA 2011; 9(6):2203.
  2. Huncharek, M. et al (2008). Impact of dairy products and dietary calcium on bone-mineral content in children: results of a meta-analysis. Bone. 2008 Aug;43(2):312-21. doi: 10.1016/j.bone.2008.02.022
  3. Ma et al (2013). Milk intake increases bone mineral content through inhibiting bone resorption: Meta-analysis of randomized controlled trials. e-SPEN Journal 8 (2013) e1ee7.
  4. Balk et al (2017). Global dietary calcium intake among adults: a systematic review. Osteoporosis International, DOI 10.1007/s00198-017-4230-x
  5. National Diet and Nutrition Survey. United Kingdom. Results from Years 1-4 (combined) of the Rolling Programme (2008/2009– 2011/12) Revised February 2017.
  6. Dutch National Food Consumption Survey 2007-2010: Diet of children and adults aged 7 to 69 years.