Perbedaan nutrisi antara susu dan minuman nabati

Manusia telah mengonsumsi susu selama sekitar 10.000 tahun. Susu dan produk susu adalah bagian dari pola makan sehari-hari untuk banyak orang. Susu secara alami mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium, kalium, fosfor, yodium dan vitamin B2 dan B12. Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat peningkatan minat pada minuman berbasis kedelai, rami, kelapa, gandum, beras dan kacang-kacangan. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam International Dairy Journal, Chalupa-Krebzdak et al. (2018) menganalisis komposisi nutrisi susu dibandingkan dengan jenis minuman ini.

Ringkasan | Susu secara alami mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium, kalium, fosfor, yodium dan vitamin B2 dan B12. Penelitian yang dilakukan oleh Chalupa-Krebzdak et al. (2018) menunjukkan bahwa komposisi nutrisi dari minuman nabati sangat bervariasi. Minuman nabati mengandung protein rata-rata setengah lebih sedikit daripada susu (1). Selain itu, jumlah vitamin dan mineral serta penyerapannya kurang konsisten (1). Itulah sebabnya para peneliti tersebut menyimpulkan bahwa, dari sudut pandang nutrisi, minuman nabati tidak selalu merupakan alternatif yang baik untuk susu (1).

Karakteristik kajian

Studi ini melengkapi penelitian sebelumnya dengan menganalisis variasi merek minuman nabati yang ada. Susu (skim, 1%, 2%, dan susu murni dengan kandungan lemak 3,25%) dan 17 minuman nabati (5 merek minuman berbasis kedelai, 3 merek minuman berbasis kelapa, 1 merek minuman berbasis beras, 1 merek minuman berbasis rami, 5 merek minuman berbasis almond, dan 2 merek minuman berbasis kacang mete) dibandingkan dalam studi tambahan ini.

Hasil

Jumlah zat gizi makro dan kalsium dalam susu (skim, 1%, 2%, dan susu murni dengan kandungan lemak 3,25%) dan 17 minuman nabati dibandingkan untuk menentukan apakah minuman nabati memberikan jumlah nutrisi yang sebanding dengan susu dan, lebih lanjut dapat memainkan peran yang sebanding dalam penyediaan nutrisi.

Perbedaan nutrisi antara susu dan minuman nabati

Protein

Dalam studi tersebut, susu ditentukan mengandung rata-rata 3,15 – 3,37 gram protein/100 ml. Jumlah protein dalam minuman nabati sangat bervariasi. Minuman berbasis kedelai mengandung rata-rata antara 2,5 dan 3,16 gram protein/100 ml. Sebaliknya, minuman beras mengandung rata-rata 0,28 gram protein/100 ml. Protein tambahan ditambahkan ke beberapa minuman nabati. Sebagai contoh, satu dari lima minuman berbasis almond, mengandung protein tambahan.

Energi

Jumlah energi dalam susu bervariasi berdasarkan pada kandungan lemaknya. Dalam penelitian ini jumlah energi berkisar dari 34 kkal per 100 ml untuk susu skim atau bebas lemak hingga 61 kkal per 100 ml untuk susu murni (3,25% lemak). Untuk minuman nabati, studi ini menemukan bahwa tingkat energi berkisar antara 12 hingga 92 kkal per 100 ml. Saat mengonsumsi susu, asupan energi akan bervariasi lebih sedikit daripada saat mengonsumsi berbagai jenis minuman nabati. Perbedaan di antara minuman ini dalam hal kandungan energi lebih besar. Para peneliti juga mencatat bahwa sebagian besar energi dalam minuman nabati berasal dari karbohidrat dan gula dan ini mengarah ke Indeks Glikemik (GI) yang relatif lebih tinggi.

Indeks Glikemik

Indeks glikemik memungkinkan untuk mengklasifikasikan makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan kecepatan pencernaan karbohidrat dan penyerapan setelah makan siang. Indeks ini mencerminkan efek langsung dari asupan karbohidrat pada kadar glukosa darah dua jam setelah makan. (3) Karena tidak ada informasi GI yang tersedia untuk sampel yang digunakan dalam penelitian ini, penulis melaporkan temuan Jeske et al., (2017), yang menunjukkan bahwa minuman nabati memiliki nilai GI lebih tinggi daripada susu. (4) Susu memiliki GI 46,93, sedangkan GI minuman nabati bervariasi dari 47,53 hingga 99,96. Makanan rendah (<55 GI) dan sedang (56-69 GI) direkomendasikan, terutama bagi mereka yang ingin mengatur kadar gula darahnya dengan lebih baik.

Lemak

Meskipun tidak ada data yang tersedia untuk rincian total lemak jenuh dan tak jenuh untuk semua minuman nabati dalam penelitian ini, para penulis mencatat bahwa data yang tersedia menunjukkan tren ke arah lemak jenuh yang lebih rendah dan lemak tak jenuh ganda yang lebih tinggi. Mengganti asam lemak jenuh dengan asam lemak tak jenuh ganda memiliki efek positif pada kadar kolesterol LDL dalam darah.

Kalsium

Kalsium dibutuhkan untuk pemeliharaan tulang normal. Tingkat kalsium sangat bervariasi di antara minuman nabati. Alasannya adalah minuman nabati tidak selalu diperkaya dengan kalsium. Para peneliti juga menunjukkan bahwa berbagai komponen bioaktif yang ada dalam tanaman yang dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi harus dipertimbangkan. (1) Sebagai contoh, asam fitat yang ditemukan di banyak sereal dan kacang-kacangan, berikatan dengan sejumlah besar kalsium, menyebabkan bioavailabilitas kalsium berkurang. (1)

Zat gizi lainnya

Susu secara alami mengandung nutrisi penting seperti protein, kalsium, kalium, fosfor, yodium dan vitamin B2 dan B12. Minuman nabati mengandung berbagai nutrisi yang tidak ditemukan dalam susu. Nutrisi yang dimaksud termasuk serat larut dalam minuman berbasis oat, asam alfa linoleat dalam minuman berbasis rami dan vitamin E dalam minuman berbasis almond. Para peneliti mencatat bahwa jumlah nutrisi per produk bervariasi.

Kesimpulan

Susu adalah sumber alami protein, kalsium, kalium, fosfor, yodium dan vitamin B2 dan B12. Komposisi nutrisi dari minuman nabati sangat bervariasi. Meskipun demikian, para peneliti telah menyimpulkan bahwa, dari sudut pandang nutrisi, minuman nabati bukanlah alternatif pengganti yang cocok untuk susu sapi.