Pentingnya Hidrasi

Wawancara dengan Dr. Stuart Galloway

Dr. Stuart Galloway adalah seorang Associate Professor untuk Physiology, Exercise, and Nutrition Reseach Group di University of Stirling, Inggris.

Mengapa hidrasi sangat penting dan minuman apa yang membantu menjaga keseimbangan cairan positif? FrieslandCampina Institute berbincang dengan Dr. Stuart Galloway tentang penelitiannya di University of Stirling, Inggris mengenai potensi hidrasi minuman yang berbeda-beda.

Hidrasi

‘Hidrasi adalah topik yang luas dan telah diteliti para ilmuwan selama sekitar 100 tahun.’ Studi awal (Adolph, 1947) pada tahun 1930-an dan 1940-an menilai kemampuan tentara dalam menghadapai tekanan aktivitas fisik di gurun Colorado, merupakan salah satu dari sumber pertama mengenai ketegangan fisiologis dan penurunan performa olahraga akibat panas yang hilang akibat hilangnya cairan tubuh (1). Studi yang lebih baru telah mengeksplorasi dampak nyata pada penanda fisik kinerja dan memberikan dasar bukti untuk saran praktis (2).

Mengapa pemeliharaan hidrasi penting bagi atlet dan olahragawan?

‘Secara umum penelitian menunjukkan bahwa dehidrasi pada tingkat > 2% massa tubuh (BM/Body Mass) akan berdampak pada performa atlet dan olahragawan (2, 4). Namun penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa individu sensitif terhadap perubahan yang lebih kecil, sementara yang lain dapat berkinerja sangat baik dengan defisit yang lebih besar, sehingga penting untuk menyesuaikan strategi hidrasi per individu (3).

Studi-studi utama seputar keterampilan olahraga telah menunjukkan dampak penurunan total cairan tubuh pada kemampuan untuk mempertahankan performa (4). Pada pemain bola basket dehidrasi sebanyak 1-4% dari BM menunjukkan penurunan progresif dalam keterampilan bola basket (5). Penelitian kami sendiri di University of Stirling juga menunjukkan bahwa pemain kriket yang mengalami dehidrasi juga mengalami penurunan kecepatan dan ketepatan melempar dan bowling (6).

Dampak dehidrasi pada performa durabilitas telah diteliti lebih luas (2). Baru-baru ini telah terjadi perdebatan mengenai potensi benefit bagi atlet yang menjadi lebih ringan karena kehilangan cairan tubuh menjelang akhir perlombaan panjang – seperti dalam maraton – atau dari dehidrasi ringan sebelum pertandingan lompat. Pertanyaannya adalah tingkat dehidrasi apa yang benefisial dan ambang batas manakah yang akan merusak performa. Diperlukan penelitian lebih lanjut di bidang-bidang ini. ‘

Apa yang disampaikan ilmu pengetahuan tentang potensi terhidrasinya minuman yang berbeda?

‘Saya telah terlibat dalam mengembangkan alat yang disebut Indeks Hidrasi Minuman (BHI/Beverage Hydration Index). Indeks ini dapat digunakan untuk menunjukkan minuman mana yang lebih efektif untuk mempertahankan cairan yang dikonsumsi dan menjaga tubuh tetap terhidrasi (Gbr 1). Kami membandingkan efek pada keluaran urin dari konsumsi 1 Liter dari 13 minuman yang biasa dikonsumsi versus 1 Liter air putih pada individu dengan kondisi euhydrated (7).

Hasil keseluruhan dari penelitian kami menemukan bahwa minuman dengan kandungan elektrolit dan/atau kepadatan energi yang lebih tinggi memiliki BHI yang lebih positif. Kandungan elektrolit, khususnya natrium, penting untuk retensi cairan dan kandungan energi yang lebih tinggi kemungkinan besar menunda ekskresi cairan karena memperlambat pengosongan lambung dan menunda perpindahan cairan. ”

Gambar 1. Indeks Hidrasi Minuman (BHI) dari 13 minuman dibandingkan dengan air.

‘Menurut penelitian kami, susu mengandung elektrolit untuk meningkatkan retensi cairan tetapi juga padat energi. Ini menunjukkan bahwa susu kemungkinan akan memperlambat perpindahan cairan melalui penundaan pengosongan lambung. Jadi, susu memberikan retensi cairan yang lebih baik daripada air. Baik susu penuh lemak maupun susu skim memiliki kinerja yang sama baiknya dalam penelitian kami, mengindikasikan bahwa kandungan lemak susu tidak berperan. Larutan rehidrasi oral (ORS/Oral Rehydration Solution) yang tinggi akan elektrolit — khususnya natrium — menghasilkan retensi cairan tertinggi. Jus jeruk yang mengandung kalium dan gula lebih tinggi, juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Pengamatan ini sangat sesuai dengan apa yang mungkin diharapkan dari literatur rehidrasi pasca-olahraga yang menunjukkan bahwa energi dan kandungan elektrolit minuman penting untuk memulihkan keseimbangan cairan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kami melakukan penelitian lanjutan pada orang-orang yang bekerja di sebuah call center. Para pekerja ini dapat membatasi asupan cairan untuk meminimalkan waktu yang dihabiskan di toilet dan memaksimalkan jumlah panggilan yang mereka lakukan. Sekali lagi kami menemukan mereka menahan lebih banyak cairan ketika susu dicerna dibandingkan dengan minuman lain seperti air, kopi dan jus buah. Temuan kami juga dapat membantu pekerja lain seperti pengemudi truk jarak jauh, atau pekerja di lingkungan perawatan kesehatan. ‘

Minuman yang mana? Apakah ada minuman yang membantu menjaga keseimbangan cairan positif?

‘Pilihan minuman akan tergantung pada level atlet dan tujuan olahraga. Misalnya, apakah penyediaan bahan bakar energi suatu prioritas atau menyediakan cairan dan elektrolit lebih utama? Selama olahraga intensitas tinggi, minuman yang menyediakan karbohidrat dan elektrolit bermanfaat untuk mencegah defisit cairan dan menyediakan bahan bakar tambahan. Namun, bagi sebagian besar pelaku olahraga rekreasi, umumnya hanya air yang mereka butuhkan karena mereka biasanya tidak berolahraga cukup lama untuk membutuhkan bahan bakar tambahan, dan kemungkinan akan makan sesuatu tidak lama setelah berolahraga.

Dalam hal rehidrasi pasca-olahraga, susu skim dan susu lemak utuh menunjukkan performa baik dalam retensi cairan. Karena susu juga menyediakan protein dan nutrisi lain, saya akan mengatakan bahwa susu adalah pilihan yang baik sebagai minuman pemulihan pasca olahraga (8). ”

Kesimpulan: ‘Atlet dan olahragawan yang tertarik untuk memahami lebih lanjut tentang kebutuhan cairan harian mereka masing-masing harus mencoba mencatat warna urin mereka (dan mungkin juga volume urin dan jarak per hari), serta perubahan massa tubuh dengan olahraga, dan respons haus (3). ‘

Ke depannya pertanyaan apa yang ingin Anda sampaikan dalam penelitian Anda?

‘Saat ini saya sedang melihat peran kalium dalam minuman dan apa yang terjadi dengan keseimbangan cairan dan elektrolit. Ketika dosis potasium ditingkatkan, kondisi tersebut dapat merangsang ekskresi natrium yang lebih besar yang akan menurunkan retensi cairan. Kami baru saja menyelesaikan studi tentang topik itu dan berencana untuk terus mengeksplorasi apa yang terjadi di kompartemen cairan intraseluler dan ekstraseluler menggunakan metode lama berdasarkan pergeseran klorida.

Penelitian kami menggunakan dosis kalium 30-60 mmol per Liter. Ini dimodelkan pada level yang telah kami ukur di minuman air kelapa yang tersedia secara komersial dan kelapa alami. Air kelapa biasanya memiliki kadar natrium rendah sebesar 10-15 mmol per Liter, meskipun jelas bahwa beberapa air kelapa komersial telah menambahkan natrium. Peran natrium dalam minuman dipahami dengan baik dalam hal manfaat menghidrasi, sehingga akan menarik untuk mengeksplorasi dampak fisiologis minuman dengan kandungan kalium yang lebih tinggi dan memberikan jawaban yang lebih terperinci apakah air kelapa lebih baik daripada air untuk hidrasi.

Saya juga tertarik dengan dampak hidrasi pada kesehatan populasi yang lebih luas. Penanda klinis dari asupan cairan yang rendah telah dikaitkan dengan perkembangan penyakit metabolisme dan peningkatan frekuensi infeksi saluran kemih pada orang dewasa yang lebih tua, sehingga ada sejumlah kemungkinan menarik di sana untuk penelitian di masa depan (9, 10, 11). ‘

“Masih banyak yang harus dipelajari dalam bidang penelitian hidrasi, mulai dari efek pada fungsi dan kinerja otot, hingga dampak dari asupan air yang cukup pada kesehatan dan kesejahteraan di berbagai kelompok populasi. Ini tentu saja merupakan bidang yang sangat menarik dan menyenangkan yang akan saya terus eksplorasi dalam penelitian saya. ”

Referensi

  1. Adolph, E.F. Ed., 1947. Physiology of Man in the Desert. New York. NY: Interscience Publishers. In Sawka, M.N. and Coyle, E. 1999. Influence of body water and blood volume on thermoregulation and exercise performance in the heat. In: Hollozsy, J.O. (ed.) Exercise and sports science reviews. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. 27:167-218
  2. Sawka MN, et al. American College of Sports Medicine position stand. Exercise and fluid replacement. Med Sci Sports Exerc2007;39:377-90.
  3. Thomas DT, et al. Position of the Academy of Nutrition and Dietetics, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance. J Acad Nutr Diet2016;116(3):501-28.
  4. Dougherty KA, et al. Two percent dehydration impairs and six percent carbohydrate drink improves boy’s basketball skills. Med Sci Sports Exerc 2006;38:1650-8.
  5. Baker LB, et al. Progressive dehydration causes a progressive decline in basketball skill performance. Med Sci Sports Exerc2007;39:1114-23.
  6. Gamage J, et al. Effects of dehydration on cricket specific skill performance in hot and humid conditions. Int J Sport Nutr Exerc Metab 2016;26(6):531-41.
  7. Maughan RJ, et al. A randomized trial to assess the potential of different beverages to affect hydration status: development of a beverage hydration index. Am J Clin Nutr 2016;103:717-23.
  8. James LJ, et al. Cow’s milk as a post-exercise recovery drink: implications for performance and health. Eur J Sport Sci2019;19(1):40-8.
  9. Enhörning S, Melander O. The Vasopressin System in the Risk of Diabetes and Cardiorenal Disease, and Hydration as a Potential Lifestyle Intervention. Ann Nutr Metab 2018;72(suppl 2):21-7.
  10. Enhörning S, et al. Effects of hydration on plasma copeptin, glycemia and gluco-regulatory hormones: a water intervention in humans. Eur J Nutr 2017. Doi: 10.1007/s00394-017-1595-8.
  11. Hooton TM et al. Effect of increased daily water intake in premenopausal women with recurrent urinary tract infections: A randomized clinical trial. JAMA Intern Med. 2018;178(11):1509-15.