Matriks susu: apa yang kita ketahui?

Nutrisi lebih dari sekedar jumlah nutrisi tunggal

Ilmu gizi semakin membahas tentang efek matriks makanan lengkap dan yang terkait dengan ini adalah matriks susu. Konsep ‘matriks susu’ dijelaskan dalam publikasi terbaru.

De melkmatrix: wat is er bekend?

Hingga sekitar 20 tahun yang lalu, penelitian gizi terutama terkonsentrasi pada efek nutrisi pada kesehatan. Ini adalah cara tradisional untuk menyelidiki hubungan antara nutrisi dan berbagai hasil kesehatan yang kemudian diekstrapolasikan ke makanan tertentu untuk menentukan rekomendasi nutrisi.

 

Efek Matriks

Meskipun demikian, pola makanan tidak terdiri dari nutrisi tunggal, melainkan dari berbagai makanan. Oleh karena itu penelitian gizi dalam beberapa dekade terakhir semakin berfokus pada hubungan antara konsumsi makanan lengkap dan kesehatan. Di sini makanan utuh dianggap sebagai kombinasi berbagai nutrisi dan komponen. Wawasan bahwa pola makanan atau kelompok makanan dapat memiliki efek yang berbeda pada indikator kesehatan dapat dibandingkan dengan efek nutrisi tunggal yang dipelajari secara terpisah. Oleh karena itu, istilah ‘efek matriks’ makanan terkadang digunakan.

Publikasi Thorning et al (2017) termasuk contoh yang menggambarkan efek matriks susu. Susu secara alami mengandung protein dan juga merupakan sumber kalsium. Karena lemak jenuh meningkatkan kadar kolesterol LDL, umumnya dianjurkan untuk mengganti asam lemak jenuh dengan asam lemak tak jenuh rantai panjang. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengkonsumsi produk susu semi-skim atau skim. Namun, penelitian tentang konsumsi produk susu dengan persentase lemak yang berbeda tidak menunjukkan hasil yang buruk untuk kesehatan jantung, meskipun pada awalnya diharapkan akan ada hubungan antara kesehatan jantung dengan jumlah konsumsi lemak jenuh dalam susu.

Penelitian

Pengetahuan ilmiah paling muktahir mengenai matriks susu telah dibahas dalam workshop yang dihadiri oleh 18 ilmuwan yang bekerja di berbagai universitas atau lembaga penelitian (Thorning et al, 2017). Tujuan dari workshop ini, yang diadakan pada bulan September 2016, adalah untuk mendefinisikan konsep ‘matriks susu’ dan untuk menentukan arah penelitian pada masa yang akan datang.

Matriks susu

Ringkasan dan kesimpulan dari workshop tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Panel ahli menyimpulkan bahwa nilai gizi seluruh produk susu tidak boleh dianggap sama dengan jumlah nutrisi tunggal dalam susu. Untuk memperkuat konsensus ini, berbagai publikasi mempertimbangkan bukti untuk matriks susu yang dibahas:

  1. Studi observasional terhadap konsumsi produk susu dan kesehatan kardiovaskular: Lihat halaman 3-5.
  2. Studi intervensi di mana efek konsumsi susu dibandingkan dengan asupan suplemen (kalsium dan protein) sehubungan dengan berat badan, kesehatan tulang dan kesehatan jantung: Lihat halaman 5-6.
  3. Studi tentang efek susu pada lemak dalam darah: Lihat halaman 6-9.
  4. Studi yang membandingkan berbagai produk susu sehubungan dengan pencernaan, penyerapan, rasa kenyang, dan sintesis protein otot: Lihat halaman 9-10.
  5. Susu fermentasi dan sensitivitas insulin: Lihat halaman 10.

Masa depan

Thorning et al (2017), menyarankan bahwa penelitian tambahan diperlukan mengenai pengaruh matriks susu terhadap kesehatan daripada mengikuti pendekatan yang lebih tradisional yang hanya mempelajari nutrisi tunggal terhadap pengaruh kesehatan.

Referensi

Thorning, T.K., Bertram, H.C, Bonjour, JP., Groot, de , L., Dupont, D., Feeney, E., Ipsen, R., Lecerf, J.M., Mackie, A., McKinley, M.C., Michalski, MC., Rémond, D., Risérus, U., Soedamah-Muthu, S.S., Tholstrup, T., Weaver, C., Astrup, A. and Givens, I. (2017). Whole dairy matrix or single nutrients in assessment of health effects: current evidence and knowledge gaps. American Journal of Clinical Nutrition, 2017 doi: 10.3945/ajcn.116.151548.